Training Juru Las Kelas 3(SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker  di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 3(SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 3(SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker  di Bekasi & Cikarang Juru las (welder) salah satu profesi yang bertugas untuk mengelas atau menyambung benda – benda yang terbuat dari logam seperti More »

Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang Training Juru Las ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang More »

Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang Training Juru Las ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman More »

Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemanker di Bekasi  & Cikarang

Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemanker di Bekasi & Cikarang

Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemanker di Bekasi & Cikarang Operator Genset – Genset dan Turbin Uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan di dunia Industri. Mesin ini banyak digunakan More »

Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang Tersedianya Operator Mesin Produksi dan Perkakas di perusahaan diharapkan dapat mengoperasikan mesin produksi dan perkakas di Perusahaan. Sejalan dengan kebijakan More »

 

Category Archives: Pelatihan K3 Kemnaker

Training Juru Las Kelas 3(SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 3(SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker  di Bekasi & Cikarang

Juru las (welder) salah satu profesi yang bertugas untuk mengelas atau menyambung benda – benda yang terbuat dari logam seperti baja, alumunium, tembaga, kuningan dan jenis logam lainnya. Welder juga disebut dengan jurus las. Dalam dunia industri welder harus mempunyai sertifikasi atau sertifikat yang berstandar nasional atau internasional. Tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus pengelasan ditempatkan pada jabatan tenaga teknik khusus sesuai dengan bidang keahliannya atau keterampilannya sebagai juru las.

Memberikan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada juru las untuk dapat bekerja secara aman, efisien dan produktif. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan Juru Las untuk dapat menghasilkan pekerjaan las sesuai standar yang berlaku (Asme Code Sec. IX). Memberikan Sertifikat Kompetensi (Welder Certificate) kepada Juru Las sesuai peraturan Keselamatan Kerja yang berlaku (Per.02/Men/1982, tentang Syarat–Syarat Kualifikasi Juru Las di tempat kerja). Dengan ditetapkannya Standar Nasional Kompetensi Tenaga Juru Las (Welder), maka  tenaga kerja  dalam bidang khusus pengelasan harus memiliki kompetensi dan keahlian yang memadai.

Tiap jenis pekerjaan las dilakukan oleh juru las sesuai dengan jenis pekerjaan las yang tercantum pada masing – masing sertifikat juru las. Juru las (welder) digolongkan atas :

  • Juru Las Kelas I (satu)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas III (tiga)

  • Juru Las Kelas II (dua)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas III (tiga) tetapi dilarang mengelas jenispekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas I (satu)

  • Juru Las Kelas III (tiga) dilarang melakukan pekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas I (satu)

U r a i a n  P e k e r j a a n  :

  • Juru Las Kelas I (satu) melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan pada bagian-bagian yang mengalami tekanan (over druk-over druk) misalnya badan silindris, front, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat-penguat dinding, plendes sambungan-sambungan pipa dan pipa-pipa bertekanan.
  • Juru Las Kelas II (dua) melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap.
  • Juru Las Kelas III (tiga) melakukan pekerjaan-pekerjaan las yang tidak menderita tekanan salat-salat bagian luar.

 

Sehubungan dengan hal tersebut kami sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk oleh DEPNAKERTRANS RI ikut berpartisipasi kepada dunia usaha dalam menciptakan tenaga kerja khususnya Tenaga Juru Las (Welder) yang handal dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dengan tujuan investasi yang ditanamkan terhindar dari bahaya peledakan/kebakaran melalui “Pelatihan Kompetensi dan Sertikafikasi K3 Juru Las (Welder) (kelas 1, 2, dan 3)”, bekerja sama dengan DEPNAKERTRANS RI.

Training/pelatihan K3 Juru Las (Welder) dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan menuju produktivitas, efisien dan meningkatkan daya saing perusahaan. Dalam rangka penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), diperlukan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi sebagaimana ditetapkan oleh perundangan. Dengan adanya tenaga kerja yang kompeten khususnya di Bidang Juru Las (Welder) tentunya akan dapat meminimalkan resiko kecelakaan selama pengoperasian peralatan tersebut.

Training & Sertifikasi Juru Las (Welder) ini ditujukan bagi juru las agar dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman sangat penting terutama ditujukan bagi juru las kelas III, kelas II dan kelas I. Dengan landasan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pemahaman tentang teknik pengelasan yang aman sangat penting terutama dalam menjaga aspek K3 dalam pekerjaan pengelasan oleh para juru las. Kompetensi untuk Welder Certificate berdasarkan Permenaker RI No : PER. 02/MEN/1982 tentang kualifikasi juru las di tempat kerja yang meliputi ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul denga proses las busur listrik, las busur submerged, las gas busur listrik tungstern, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (manual), otomatis atau kombinasi. Juru Las dianggap terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil yang memuaskan dan mempunyai Sertifikat Juru Las.

Tujuan Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan :

  • Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. : Per/02/MEN/1982 tentang klasifikasi juru las
  • Memahami program juru las dan mampu menyerap ilmu baru
  • Mengukur kemampuan diri dan terus mengembangkan skill
  • Mengaplikasikan program, ilmu dan skill sesuai sertifikatnya
  • Semakin mampu berkontribusi dalam dunia industri dan mendukung produktivitas perusahaan

M e t o d e T r a i n i n g : Seminar presentasi, diskusi, ujian dan praktik

Materi Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

I. K e l o m p o k  D a s a r
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3
2. Peraturan perundang-perundangan
a. Undang-Undang No.1 Tahun 1970
b. Permenaker No. 02/MEN/1982
II. K e l o m p o k  I n t i
1. Pengetahuan bahan
2. Pengetahuan pengelasan busur (SMAW)
3. Teknik Pengelasan
4. Cacat – cacat las, pencegahan dan perbaikan
5. Sebab-sebab kecelakaan dan pencegahannya
III. E v a l u a s i
1. Teori
2. Praktek

 

Materi Praktek Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Materi pelatihan K3 Juru Las (Welder) ini akan dilaksanakan selama 6 hari diantaranya sebagai berikut:
Kebijakan Pemerintah Bidang K3 & Peraturan Perundang-undangan.
Peraturan – Peraturan K3 Pengelasan Per. No. 2 tahun 1982
Pengetahuan material & Pemeriksaan Elektroda
Spesifikasi dan aplikasi perlengkapan pengelasan
Pencegahan Kecelakaan, PAK, Kebakaran & Peledakan
Pemahaman ASME IX, API 9606
Persiapan Pengelasan & Pemeriksaan Hasil pengelasan
Penyusunan alat-alat dan mesin Tipe-tipe dan pekerjaan juru las
Cara dan prosedur pengelasan dan Simbol – simbol Pengelasan
Bentuk sambungan dan posisi pengelasan
Pencegahan dan perbaikan kesalahan las
Bahan induk dan bahan pengisi
Pengujian Tidak Merusak (NDT) & pengaruh dalam proses pengelasan Praktek dengan kualifikasi standar

Persyaratan Peserta Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang : 

Persyaratan peserta pembinaan Juru Las sebagai berikut :

  1. Berbadan sehat baik fisik maupun mental yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter pemeriksa kesehatan badan tenaga kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  2. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun
  3. Pernah mengikuti dan lulus latihan las dasar atau mereka yang oleh Direktur dianggap memenuhi syarat
  4. Minimal berijazah SLTP/setingkat, memiliki pengalaman kerja 2 tahun
  5. Berijazah SLTA/setingkat, memiliki pengalaman kerja 1 tahun
  6. Melampirkan Foto Copy Kartu Identitas (KTP)
  7. Melampirkan Foto Copy ijazah terakhir
  8. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  9. Melampirkan Pas Foto 4 × 6,3 x 4 dan 2 × 3 masing-masing 3 lembar (background merah/biru)

Fasilitas Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) di Bekasi dan Cikarang :

  • Sertifikat dari Kemenaker
  • Hardcopy / Modul Training
  • Makan Siang dan Coffee Break 2 kali
  • Training Kit
  • Souvenir

Durasi Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) di Bekasi dan Cikarang :

4 Hari 

Investasi Training Juru Las Kelas 3 (SMAW SYSTEM) di Bekasi dan Cikarang :

Rp 15.000.000, -/peserta

 

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Hubungi :

Yuwana Agung Nugraha (HSE CONSULTANT)

Nomor HP : 0857 – 7667 – 7511
Email : yuwana@pusatk3bekasi.com
Website :https://pusatk3bekasi.com

PUSAT K3 BEKASI

Graha Harapan Blok E-10 No. 26, Mustika Jaya,

Kota Bekasi

Kode Pos : 17158

Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman sangat penting terutama ditujukan bagi Juru Las kelas III, Kelas II dan Kelas I. Kompetensi untuk Welder Certificate berdasarkan Permenakertrans No:PER.02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di tempat kerja yang meliputi ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur submerged, las gas busur listrik tungstern, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (manual), otomatis atau kombinasi. Juru Las dianggap trampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai Sertifikat Juru Las. Oleh karena itu Training Juru Las dilakukan.

Dengan ditetapkannya Standar Nasional Kompetensi Tenaga Juru Las (Welder), maka  tenaga kerja  dalam bidang khusus pengelasan harus memiliki kompetensi dan keahlian yang memadai.

Tiap jenis pekerjaan las dilakukan oleh juru las sesuai dengan jenis pekerjaan las yang tercantum pada masing-masing sertifikat juru las. Juru las (welder) digolongkan atas :

  • Juru Las Kelas I (satu)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas III (tiga)

  • Juru Las Kelas II (dua)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas III (tiga) tetapi dilarang mengelas jenispekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas I (satu)

  • Juru Las Kelas III (tiga) dilarang melakukan pekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas I (satu)

Uraian Pekerjaan :

  • Juru Las Kelas I (satu) melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan pada bagian-bagian yang mengalami tekanan (over druk-over druk) misalnya badan silindris, front, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat-penguat dinding, plendes sambungan-sambungan pipa dan pipa-pipa bertekanan.
  • Juru Las Kelas II (dua) melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap.
  • Juru Las Kelas III (tiga) melakukan pekerjaan-pekerjaan las yang tidak menderita tekanan salat-salat bagian luar.

Dengan landasan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pemahaman tentang teknik pengelasan yang aman sangat penting terutama dalam menjaga aspek K3 dalam pekerjaan pengelasan oleh para juru las. Kompetensi untuk Welder Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. : Per/02/MEN/1982 tentang klasifikasi juru las dalam melakukan pengelasan , dengan pendidikan dan pelatihan dapat memaksimalkan kualifikasi dan kompetensi juru las untuk mendapatkan sertifikasi.

Tujuan Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan :

  • Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. : Per/02/MEN/1982 tentang klasifikasi juru las
  • Memahami program juru las dan mampu menyerap ilmu baru
  • Mengukur kemampuan diri dan terus mengembangkan skill
  • Mengaplikasikan program, ilmu dan skill sesuai sertifikatnya
  • Semakin mampu berkontribusi dalam dunia industri dan mendukung produktivitas perusahaan

Materi Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

I. Kelompok Dasar
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3
2. Peraturan perundang-perundangan
a. Undang-Undang No.1 Tahun 1970
b. Permenaker No. 02/MEN/1982
II. Kelompok Inti
1. Pengetahuan bahan
2. Pengetahuan pengelasan busur (SMAW)
3. Teknik Pengelasan
4. Cacat-cacat las, pencegahan dan perbaikan
5. Sebab-sebab kecelakaan dan pencegahannya
III. Evaluasi
1. Teori
2. Praktek

Outline Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

PEMBEKALAN TRAINING
Pembekalan dilaksanakan selama 5 hari dengan materi-materi sebagai berikut:

Materi Pelatihan:
1. Pengenalan Teknologi Pengelasan ( Welding Technology Introduction )
– Pengelasan Fillet dan Pengelasan Groove
– Jenis – Jenis Sambungan dasar ( Basic Type of joint )
– Persiapan Sambungan Las
– Posisi Pengelasan ( Welding Position )
– Klasifikasi Proses Pengelasan Logam
– Parameter Pengelasan dan dasar teknology pengelasan
– Code pengelasan yang berkaitan dengan Standard

1. American Welding Society ( AWS ) related to ASME Section IX
2. European Welding Federation (EWF ) related to ISO standard

– Welding Procedure Specification ( WPS ) and Procedure Qualification Record
(PQR ) implementation at welding practice.
– Daerah Terpengaruh Panas pada Sambungan Las ( HAZ – Zone )
– Cacat cacat Las ( Welding Defect )
– Sifat mampu las material ( Weld ability kind of materials )
– Distorsi Pengelasan ( Welding Distortion )

2. Proses Pengelasan ( welding process )
– Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
– Tipe Pengelasan ( welding Type )
– Set-up Welding Power Source
– Set-up Welding Parameter
– Teknology Pengelasan GTAW
– Persiapan Sambungan Las
– Pengaturan/pemilihan jenis arus Las
– Pengujian Hasil Las
– Implementasi WPS pada proses pengelasan
– Kualifikasi Juru las untuk Plate or Pipe
– Kualifikasi Juru Las untuk Fillet Weld atau Groove Welds
– Identifikasi cacat cacat Las GTAW
– Pengetahuan tentang las electroda las
– Keselamatan Kerja dan PPE di pengelasan GTAW
– Pengetahuan tentang jenis jenis gas pelindung CO,CO2,Argon dll

3. Pengetahuan Bahan Teknik
– Pengetahuan Logam Ferrous dan Logam Non-Ferrous
– Sifat Mampu Las dari Logam ( Weld-ability of materials)
– Sifat Sifat Logam Secara UMUM
– Perubahan Struktur Mikro pada sambungan Las ( HAZ )
– Metallurgy Las
– Perlakuan Panas ( Heat treatment ) Logam las

4. Keselamatan Kerja Di Bidang Pengelasan
– Identifikasi Bahaya Pada bidang Kelistrikan
– Identifikasi Bahaya pada sumber gas ( fume )
– Identifikasi Bahaya pada Ledakan
– Identifikasi Bahaya pada spatter
– Identifikasi Bahaya pada Sinar Ultraviolet
– Confine Space
– Personal Protection Equipment ( PPE )
– Ergonomic of welding

5. Praktek Pengelasan
Posisi pengelasan untuk GTAW:
1G, 2G,3G,4G.
Posisi pengelasan sesuai dengan kemampuan welder dan saran dari Instruktur.

Materi Praktek Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang:

Juru las kelas II (dua) harus lulus melakukan percobaan las (Plat 1G, 2G, 3G, 4G, dan Pipa 1G, 2G) : Durasi 4 Hari

Persyaratan Peserta Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang:

Persyaratan peserta pembinaan Juru Las sebagai berikut :

  1. Berbadan sehat baik fisik maupun mental yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter pemeriksa kesehatan badan tenaga kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  2. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun
  3. Pernah mengikuti dan lulus latihan las dasar atau mereka yang oleh Direktur dianggap memenuhi syarat
  4. Minimal berijazah SLTP/setingkat, memiliki pengalaman kerja 2 tahun
  5. Berijazah SLTA/setingkat, memiliki pengalaman kerja 1 tahun
  6. Melampirkan Foto Copy Kartu Identitas (KTP)
  7. Melampirkan Foto Copy ijazah terakhir
  8. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  9. Melampirkan Pas Foto 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah/biru)

Fasilitas Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

  • Sertifikat dariKemenaker
  • Hardcopy/Modul Training
  • Makan Siang dan Coffee Break 2 kali
  • Training Kit
  • Souvenir

Durasi Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang : 4 Hari 

Investasi Training Juru Las Kelas 2 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang : Rp 16.000.000/peserta

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Hubungi :

Yuwana Agung Nugraha (HSE CONSULTANT)

Nomor HP : 0857 – 7667 – 7511
Email : yuwana@pusatk3bekasi.com
Website :https://pusatk3bekasi.com

PUSAT K3 BEKASI

Graha Harapan Blok E-10 No. 26, Mustika Jaya,

Kota Bekasi

Kode Pos : 17158

Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Training Juru Las ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman sangat penting terutama ditujukan bagi Juru Las kelas III, Kelas II dan Kelas I. Kompetensi untuk Welder Certificate berdasarkan Permenakertrans No:PER.02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di tempat kerja yang meliputi ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur submerged, las gas busur listrik tungstern, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (manual), otomatis atau kombinasi. Juru Las dianggap trampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai Sertifikat Juru Las.

Dengan ditetapkannya Standar Nasional Kompetensi Tenaga Juru Las (Welder), maka  tenaga kerja  dalam bidang khusus pengelasan harus memiliki kompetensi dan keahlian yang memadai.

Tiap jenis pekerjaan las dilakukan oleh juru las sesuai dengan jenis pekerjaan las yang tercantum pada masing-masing sertifikat juru las. Juru las (welder) digolongkan atas :

  • Juru Las Kelas I (satu)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas III (tiga)

  • Juru Las Kelas II (dua)

boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas III (tiga) tetapi dilarang mengelas jenispekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas I (satu)

  • Juru Las Kelas III (tiga) dilarang melakukan pekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas I (satu)

Uraian Pekerjaan Training Juru Las (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

  • Juru Las Kelas I (satu) melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan pada bagian-bagian yang mengalami tekanan (over druk-over druk) misalnya badan silindris, front, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat-penguat dinding, plendes sambungan-sambungan pipa dan pipa-pipa bertekanan.
  • Juru Las Kelas II (dua) melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap.
  • Juru Las Kelas III (tiga) melakukan pekerjaan-pekerjaan las yang tidak menderita tekanan salat-salat bagian luar.

Dengan landasan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pemahaman tentang teknik pengelasan yang aman sangat penting terutama dalam menjaga aspek K3 dalam pekerjaan pengelasan oleh para juru las. Kompetensi untuk Welder Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. : Per/02/MEN/1982 tentang klasifikasi juru las dalam melakukan pengelasan , dengan pendidikan dan pelatihan dapat memaksimalkan kualifikasi dan kompetensi juru las untuk mendapatkan sertifikasi.

Tujuan Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan :

  • Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi Mampu memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. : Per/02/MEN/1982 tentang klasifikasi juru las
  • Memahami program juru las dan mampu menyerap ilmu baru
  • Mengukur kemampuan diri dan terus mengembangkan skill
  • Mengaplikasikan program, ilmu dan skill sesuai sertifikatnya
  • Semakin mampu berkontribusi dalam dunia industri dan mendukung produktivitas perusahaan

Materi Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

I. Kelompok Dasar
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3
2. Peraturan perundang-perundangan
a. Undang-Undang No.1 Tahun 1970
b. Permenaker No. 02/MEN/1982
II. Kelompok Inti
1. Pengetahuan bahan
2. Pengetahuan pengelasan busur (SMAW)
3. Teknik Pengelasan
4. Cacat-cacat las, pencegahan dan perbaikan
5. Sebab-sebab kecelakaan dan pencegahannya
III. Evaluasi
1. Teori
2. Praktek

Outline Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

PEMBEKALAN TRAINING
Pembekalan dilaksanakan selama 5 hari dengan materi-materi sebagai berikut:

Materi Pelatihan:
1. Pengenalan Teknologi Pengelasan ( Welding Technology Introduction )
– Pengelasan Fillet dan Pengelasan Groove
– Jenis – Jenis Sambungan dasar ( Basic Type of joint )
– Persiapan Sambungan Las
– Posisi Pengelasan ( Welding Position )
– Klasifikasi Proses Pengelasan Logam
– Parameter Pengelasan dan dasar teknology pengelasan
– Code pengelasan yang berkaitan dengan Standard

1. American Welding Society ( AWS ) related to ASME Section IX
2. European Welding Federation (EWF ) related to ISO standard

– Welding Procedure Specification ( WPS ) and Procedure Qualification Record
(PQR ) implementation at welding practice.
– Daerah Terpengaruh Panas pada Sambungan Las ( HAZ – Zone )
– Cacat cacat Las ( Welding Defect )
– Sifat mampu las material ( Weld ability kind of materials )
– Distorsi Pengelasan ( Welding Distortion )

2. Proses Pengelasan ( welding process )
– Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
– Tipe Pengelasan ( welding Type )
– Set-up Welding Power Source
– Set-up Welding Parameter
– Teknology Pengelasan GTAW
– Persiapan Sambungan Las
– Pengaturan/pemilihan jenis arus Las
– Pengujian Hasil Las
– Implementasi WPS pada proses pengelasan
– Kualifikasi Juru las untuk Plate or Pipe
– Kualifikasi Juru Las untuk Fillet Weld atau Groove Welds
– Identifikasi cacat cacat Las GTAW
– Pengetahuan tentang las electroda las
– Keselamatan Kerja dan PPE di pengelasan GTAW
– Pengetahuan tentang jenis jenis gas pelindung CO,CO2,Argon dll

3. Pengetahuan Bahan Teknik
– Pengetahuan Logam Ferrous dan Logam Non-Ferrous
– Sifat Mampu Las dari Logam ( Weld-ability of materials)
– Sifat Sifat Logam Secara UMUM
– Perubahan Struktur Mikro pada sambungan Las ( HAZ )
– Metallurgy Las
– Perlakuan Panas ( Heat treatment ) Logam las

4. Keselamatan Kerja Di Bidang Pengelasan
– Identifikasi Bahaya Pada bidang Kelistrikan
– Identifikasi Bahaya pada sumber gas ( fume )
– Identifikasi Bahaya pada Ledakan
– Identifikasi Bahaya pada spatter
– Identifikasi Bahaya pada Sinar Ultraviolet
– Confine Space
– Personal Protection Equipment ( PPE )
– Ergonomic of welding

5. Praktek Pengelasan
Posisi pengelasan untuk GTAW:
1G, 2G,3G,4G.
Posisi pengelasan sesuai dengan kemampuan welder dan saran dari Instruktur.

Materi Praktek Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

Juru las kelas I (satu) harus lulus melakukan percobaan las (Plat 1G, 2G, 3G, 4G, dan Pipa 1G, 2G, 5G, dan 6G) : Durasi 5 Hari

Persyaratan Peserta Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

Persyaratan peserta pembinaan Juru Las sebagai berikut :

  1. Berbadan sehat baik fisik maupun mental yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter pemeriksa kesehatan badan tenaga kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  2. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun
  3. Pernah mengikuti dan lulus latihan las dasar atau mereka yang oleh Direktur dianggap memenuhi syarat
  4. Minimal berijazah SLTP/setingkat, memiliki pengalaman kerja 2 tahun
  5. Berijazah SLTA/setingkat, memiliki pengalaman kerja 1 tahun
  6. Melampirkan Foto Copy Kartu Identitas (KTP)
  7. Melampirkan Foto Copy ijazah terakhir
  8. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  9. Melampirkan CV
  10. Melampirkan Pas Foto 4×6,3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah/biru)

Fasilitas Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang :

  • Sertifikat dariKemenaker
  • Hardcopy/Modul Training
  • Akomodasi dan Makan
  • Training Kit
  • Souvenir

Durasi Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang: 5 Hari 

Investasi Training Juru Las Kelas 1 (SMAW SYSTEM) Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang: Rp 17.000.000,-/peserta

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Hubungi :

Yuwana Agung Nugraha (HSE CONSULTANT)

Nomor HP : 0857 – 7667 – 7511
Email : yuwana@pusatk3bekasi.com
Website :https://pusatk3bekasi.com

PUSAT K3 BEKASI

Graha Harapan Blok E-10 No. 26, Mustika Jaya,

Kota Bekasi

Kode Pos : 17158

Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemanker di Bekasi & Cikarang

Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemanker di Bekasi & Cikarang

Operator Genset – Genset dan Turbin Uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan di dunia Industri. Mesin ini banyak digunakan karena di sektor industri membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk menunjang operasi secara keseluruhan, sementara kebutuhan daya listrik saat ini mayoritas dilayani oleh PLN. Selain kapasitas daya yang terbatas, tegangan dari PLN sering tidak stabil sehingga dapat merusak peralatan operasional dan produksi. Untuk itu pemakaian Genset sebagai pembangkit daya menjadi pilihana alternatif, selain pemasangan daya dengan kapasitas besar bisa dilayani juga kestabilan tegangan bisa dikendalikan sendiri. Untuk itu diperlukan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan pemeliharaan dan operasional genset sehingga genset dapat beroperasi terus melayani kebutuhan produksi.

Penggunaan Mesin Genset dan dalam pengoperasiannya alat ini memiliki potensi/resiko bahaya cukup besar yang dapat menyebabkan kecelakaan, hal ini juga tidak terlepas dari faktor manusia sebagai penyebab terbesar terjadinya kecelakaan sehingga perlu adanya upaya dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan yg disebabkan oleh faktor manusia. Salah satunya adalah dengan memberikan pengetahuan kepada para Operator Genset melalui pelatihan tentang K3 Operator genset yang mengacu kepada peraturan perundangan, yaitu Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 38 tahun 2016 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi.

Kami bekerjasama dengan KEMNAKER RI megadakan pelatihan dan sertifikasi Operator Diesel  dalam rangka meningkatkan keterampilan para pekerja di dalam hal keselamatan serta kerja pengoperasian Diesel atau Genset dimana peralatan tersebut berpotensi resiko bahaya yang cukup tinggi dan mencapai syarat–syarat sesuai dengan UU Keselamatan kerja. Pelatihan ini ditujukan kepada para pekerja karena tugas kesehariannya mendapatkan tugas sebagai operator Diesel atau Genset dan para pengawas yang bertanggung jawab atas Diesel / Genset.

Semakin meningkatnya pembangunan dan teknologi di berbagai sektor khususnya sektor industri, penggunaan Mesin Diesel (Genset) merupakan syarat mutlak yang harus ada, dalam pengoperasiannya alat tersebut mengandung potensi bahaya yang lumayan besar yang dapat menyebabkan kecelakaan, dan faktor manusia merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan oleh karna itu perlu adanya antisipasi dan untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya pelatihan tentang K3 Operator Diesel.

Pelatihan Operator Genset dirancang agar pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengoperasikan pesawat tenaga (genset) meningkat. Peserta yang dinyatakan lulus mempunyai hak untuk mendapatkan sertifikasi, lisensi dan buku kerja dari Kemnaker RI.

Semakin meningkatnya pembangunan dan teknologi di berbagai sektor khususnya sektor industri, penggunaan Mesin Diesel (Genset) merupakan syarat mutlak yang harus ada, dalam pengoperasiannya alat tersebut mengandung potensi bahaya yang cukup besar yang dapat menyebabkan kecelakaan, dan faktor manusia merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan sehingga perlu adanya antisipasi dan untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya pelatihan tentang K3 Operator Diesel.

Dasar Hukum Pelatihan Operator Genset :

  • UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
  • UU No. 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan
  • 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. PER.04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga dan produksi

Tujuan Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  • Memahami peraturan perundangan dan kebijakan tentang K3
  • Menambah pengetahuan dan memahami dasar-dasar motor diesel
  • Memahami dasar-dasar kelistrikan dan persyaratan instalasi listrik dan perlengkapannya pada generator set
  • Memilih jenis pondasi yang sesuai dengan kapasitas daya mesin
  • Menghitung kemampuan mesin diesel/engine yang dioperasikan dan mampu menghitung daya yang masuk ke generator set
  • Mampu dan memahami lingkungan kerja dan pengendaliaannya
  • Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan pesawat tenaga/ diesel (genset),
  • Meningkatkan skill pada tenaga kerja operator diesel (genset) sehingga dapat mencegah/mengurangi kecelakaan kerja.

 

Materi Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  • Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Peraturan Menaker No. PER-04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi
  • Pengetahuan Dasar Motor Diesel
  • Dasar-Dasar Pengetahuan Pondasi
  • Pedoman Teknis Sertifikasi Pesawat Tenaga dan Produksi (Operator Motor Diesel)
  • Trouble Shooting
  • Lingkungan Kerja dan Pengendaliaannya
  • Sebab-Sebab Kecelakaan Sistem Pengendalian dan Pengoperasian
  • Pemeriksaan, Pengujian dan Pemeliharaan
  • kebijakan k3
  • dasar-dasar k3
  • peraturan perundangan k3
  • pengetahuan dasar motor diesel
  • pedoman teknik sertifikasi pesawat diesel
  • dasar-dasar perhitungan kapasitas
  • dasar-dasar perhitungan produksi
  • dasar-dasar kelistrikan (umum)
  • dasar-dasar kelistrikan (PHB)
  • dasar-dasar kelistrikan (Pembumian)
  • dasar-dasar kelistrikan (Petir)
  • sistem pengendalian & pengendalianya
  • sebab-sebab kecelakaan pada pergerakan mula
  • pemeriksaa,pengujian dan pemeliharaan
  • observasi lapangan

Materi Pembinaan Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang

Kelompok Dasar

  1. Kebijakan dan Dasar-dasar K3
  2. Undang-undang No. 1  Tahun 1970
  3. Permenaker No. 38/Men/2016

Kelompok Inti

  1. Pengetahuan dasar penggerak mula atau genset
  2. Dasar-dasar kelistrikan (instalasi listrik)
  3. Perangkat keselamatan kerja (safety device)
  4. Troble Shooting
  5. Sebab-sebab kecelakaan pada penggerak mula
  6. Sistem pengendalian dan pengoperasian aman
  7. Pemeliharaan, Pemeriksaan dan Pengujian
  8. Pemeliharaan dan Pemeriksaan

Kelompok Penunjang

  1. Lingkungan kerja dan pengendaliannya
  2. Dasar-dasar perhitungan kapasitas
  3. Pengetahuan Job Safety Analisys

Ujian / Evaluasi Akhir

  1. Teori
  2. Praktek
Persyaratan Peserta Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Peserta Training K3 Operator Genset, pada hari pertama pelaksanaan Training K3 Operator Genset wajib membawa dokumen berupa:

  • Fotocopy ijazah terakhir
  • Fotocopy KTP
  • Pas foto ukuran 4×6 dan 2×3 (masing-masing 3 lembar)
  • Surat penunjukan dari perusahaan
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Daftar riwayat hidup.
  • APD (Safety Shoes & Helm) untuk praktik

Catatan: Peserta Training K3 Operator Genset yang tidak melengkapi dokumen diatas dimungkinkan akan terjadi penundaan pengurusan sertifikat, yang akan berimplikasi lambatnya kami menerbitkan sertifikat.

Instruktur Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :


Training K3 Operator Genset akan difasilitasi oleh para instruktur senior dari KEMNAKER dan instruktur yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya yang sudah sering memberikan materi dalam setiap penyelenggaraan Training K3 Operator Genset.

Peserta Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  1. Pendidikan Minimal SMU / Sederajat ( SMK Teknik ) dengan pengalaman kerja minimal 1 ( satu ) tahun
  2. Fotokopi KTP dan ijazah
  3. Pas foto ukuran 2×3, 3×4, 4 x 6 (masing masing 3 lembar) dengan background berwarna merah
  4. Surat keterangan sehat
  5. Surat Keterangan dari Perusahaan
Durasi Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang : 4 ( empat ) hari

Sertifikat Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Bagi peserta Training K3 Operator Genset yang memenuhi kriteria kelulusan, akan mendapatkan Sertifikat & Lisensi yang diterbitkan oleh KEMNAKER R.I.

Fasilitas Pelatihan Operator K3 Genset Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang:

  1. Modul Training
  2. Flash Disk berisi materi training
  3. Sertifikat, lisensi K3 dan buku kerja dari kemnaker RI
  4. ATK: Blocknote dan Ballpoint
  5. T-Shirt
  6. Ransel
  7. Foto Training
  8. Ruangan Training
  9. Satu kali Lunch dan dua kali coffee break
  10. Instruktur yang qualified dari kemenakertrans RI dan dari praktisi serta akademisi

 

Metode  Pelatihan  Operator  K3  Genset  Sertifikasi Kemanker  di  Bekasi dan Cikarang :

  • Penyampaian Materi Training Operator Genset
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Presentasi Kelompok

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Hubungi :

Yuwana Agung Nugraha (HSE CONSULTANT)

Nomor HP : 0857 – 7667 – 7511
Email : yuwana@pusatk3bekasi.com
Website :https://pusatk3bekasi.com

PUSAT K3 BEKASI

Graha Harapan Blok E-10 No. 26, Mustika Jaya,

Kota Bekasi

Kode Pos : 17158

Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi & Cikarang

Tersedianya Operator Mesin Produksi dan Perkakas di perusahaan diharapkan dapat mengoperasikan mesin produksi dan perkakas di Perusahaan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan diterapkannya Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Permenaker No.38 Tahun 2016 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi.

Kalibrasi adalah perbandingan antara pengukuran ( standar ) yang diketahui dan pengukuran dengan menggunakan instrumen. Biasanya, standar keakuratan harus menjadi keakuratan alat ukur yang diuji. Namun, rasio akurasi 3:1 dapat diterima oleh kebanyakan standar organisasi.

Serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. ( ISO/IEC 17025 & VIM )

Kalibrasi alat ukur memiliki 2 ( dua ) tujuan yaitu untuk memeriksa keakuratan instrumen dan menentukan ketertelusuran pengukuran. Dalam prakteknya, kalibrasi juga mencakup perbaikan perangkat jika berada di luar kalibrasi. Sebuah laporan diberikan oleh ahli kalibrasi, yang menunjukkan kesalahan pengukuran dengan alat ukur sebelum dan sesudah kalibrasi.

Di dalam SNI 17025:2008 disebutkan bahwa kegiatan kalibrasi dilakukan oleh personil yang memiliki keahlian di bidang kalibrasi. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan mengikut sertakan personil yang terlibat dalam kegiatan kalibrasi untuk mengikuti pelatihan yang sesuai dengan bidang tugasnya.

Dalam kegiatan pengukuran kalibrasi memegang peranan penting. Dengan kalibrasi dapat diketahui berapa nilai penunjukan yang sebenarnya dari alat ukur yang kita gunakan. Di bidang produksi pengukuran yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan data yang akurat dan tertulusur, pada akhirnya akan meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, menurunkan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas.

Hasil pengukuran yang baik dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya: alat standar yang digunakan, perlakuan terhadap alat yang akan dikalibrasi, prosedur kalibrasi, cara pengambilan data, dan perhitungan ketidakpastian hasil pengukuran.

Memahami tentang bagaimana teknik audit yang sesuai dengan yang dipersyaratkan di dalam SNI ISO/IEC 17025:2008 bagi para personel laboratorium yang terlibat dalam penerapan SNI ISO/IEC 17025:2008. Pelatihan ini diperuntukkan bagi kalangan industri dan laboratorium, baik itu laboratorium uji atau kalibrasi industri yang akan mengembangkan kalibrasi alat ukur internal.

Materi teknik pengukuran dan kalibrasi alat ukur yang akan diberikan kepada peserta menggunakan metoda atau prosedur yang sesuai dengan persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2008, struktur materi sudah termasuk pengolahan data, dokumentasi dan proses penerbitan sertifikat kalibrasi.

Manfaat Training Teknik Audit Internal Sistem Kalibrasi Alat Ukur di Bogor :

  • Untuk memberikan pengetahuan di segala bidang kalibrasi alat ukur baik secara teori maupun praktek.
  • Membentuk tenaga yang terampil di segala bidang kalibrasi alat ukur

Tujuan Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Untuk menyiapkan petugas kalibrasi internal / verifikasi bagi perusahaan yang mampu melakukan kalibrasi internal verifikasi termasuk interpretasi hasil kalibrasi serta untuk menyiapkan petugas kalibrasi internal / verifikasi bagi perusahaan yang mampu melakukan kalibrasi internal/verifikasi termasuk interpretasi hasil kalibrasi. Melalui pelatihan kalibrasi selama 2 (dua) hari dengan materi pemahaman kalibrasi.

Manfaat Kalibrasi 

  1. Bagi Perusahaan Manufacture
  • Untuk pemenuhan kualifikasi persyaratan ISO / QMS
  • Untuk meyakini hasil pengetesan terhadap output produksi
  • Untuk kepentingan pengendalian produksi yang baik
  • Meyakinkan pembacaan alat ukur yang dipakai
  • Traceability of the instrument
  • Meyakini pembuatan laporan berdasarkan data yang akurat

2. Bagi Perdagangan / Unit Ekonomi

Meyakinkan keakurasian pengukuran barang yang diperdagangkan atau dijadikan obyek transaksi karena telah melalui alat ukur yang terkalibrasi

Persyaratan Peserta Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  1. Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/sederajat dan/atau berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun membantu pengoperasian dibidangnya,
  2. Berbadan sehat menurut keterangan dokter atau lembaga kesehatan, dan
  3. Berusia Sekurang-kurangnya 21 ( dua puluh satu ) Tahun
  4. Melampirkan foto copy ijazah terakhir
  5. Melampirkan Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  6. Melampirkan pas photo ukuran 4×6 dan 2×3 masing-masing 3 berjumlah ( tiga ) lembar
Materi Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi sebagai berikut :

1. Kelompok Dasar

  1. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Dasar-Dasar K3
  2. Peraturan perundang-undangan Pesawat Tenaga dan Produksi
    • Undang-Undang No.1 Tahun 1970
    • Permenaker No.38 Tahun 2016

2. Kelompok Inti

  1. Pengetahuan dasar Mesin Produksi dan Perkakas
  2. Dasar-dasar Kelistrikan (motor/instalasi Listrik)
  3. Pengetahuan Bahan Berbahaya dan Beracun
  4. Lingkungan Kerja dan Pengendaliannya
  5. Alat pengaman dan Perlindungan
  6. Trouble Shooting
  7. Sebab-sebab Kecelakaan dan Penanganannya
  8. System pengendalian dan pengoperasian aman
  9. Pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian
  10. Lingkungan Kerja dan Pengendaliannya
  11. Alat Kontrol Otomatis
  12. Pengetahuan Job Safety Analysis

3. Ujian dan praktek

Metode Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Dialog interaktif / sharing
  • Studi Kasus
  • Latihan di kelas
  • praktek

Persyaratan Peserta Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  1. Sekurang – kurangnya berpendidikan SLTP / sederajat dan berpengalaman sekurang – kurangnya 3 ( tiga ) tahun membantu pengoperasian di bidangnya .
  2. Berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
  3. Berusia Sekurang-kurangnya 21 Tahun.

Kelengkapan Peserta Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

1. Photo berwarna ukuran 4 x 6 dan 3 x 4 masing masing 2 ( dua ) lembar
2. Foto copy ijazah terakhir sebanyak 2 ( dua ) lembar
3. Foto copy KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) masih berlaku
4. Surat keterangan sehat dari dokter atau lembaga kesehatan pemerintah yang terbaru
5. Surat keterangan kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi atau bidang yang akan diikuti

Tenaga Pengajar Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :
Materi pelatihan disampaikan oleh para pengajar yang sudah berpengalaman di bidang operator mesin produksi dadn perkakas.

Instruktur Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  1. Pengawas ketenagakerjaan Propinsi atau pejabat di lingkungan pengawasan ketenagakerjaan dari kementerian ketenagakerjaan Republik Indonesia atau dinas tenaga kerja provinsi
  2. Praktisi dan Akademisi yang kompeten di bidang K3 Operator mesin produksi dan perkakas

Sertifikat Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

Setelah memenuhi syarat LULUS Ujian, peserta akan menerima Sertifikat, Lisensi K3 dan Buku Kerja Operator yang diterbitkan oleh Direktur Pengawasan Norma K3 .

Peserta yang perlu menghadiri Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang :

  • Siapa saja yang ingin mengetahui dan tertarik pada kegiatan operasi mesin produksi dan perkakas
  • Teknisi operator mesin produksi dan perkakas
  • Pegawai pada instansi / perusahaan yang memiliki laboratorium kalibrasi
  • Instansi / perusahaan yang memiliki dan menggunakan alat ukur standar
Fasilitas Pelatihan Operator Mesin Produksi dan Perkakas Kelas II Sertifikasi Kemnaker di Bekasi dan Cikarang
  1. Sertifikat Kemnaker
  2. Modul Training
  3. Training Kit ( tas, blocknote, ballpoint, materi pelatihan )
  4. 1 ( satu ) kali Makan Siang
  5. Coffee Break 2 ( dua ) kali
  6. Souvenir

 

 

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Hubungi :

Yuwana Agung Nugraha (HSE CONSULTANT)

Nomor HP : 0857 – 7667 – 7511
Email : yuwana@pusatk3bekasi.com
Website :https://pusatk3bekasi.com

PUSAT K3 BEKASI

Graha Harapan Blok E-10 No. 26, Mustika Jaya,

Kota Bekasi

Kode Pos : 17158

× Mau Info Training K3 ?, Chat Admin Yuk !